Kemeriahan road show jurnalistik di sekolah Kota Bogor kembali terasa di tahun 2011 ini. Kali ini giliran Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor.
Mulai dari pukul 08.00 sampai 15.00 acara pelatihan jurnalistik digelar secara maraton dipadu dengan marching band, marawis, nasyid, jaipongan.
Peran ekskul Gajaman’s (Gabungan Jurnalis MAN 1) juga dominan. Mereka berkolaborasi dengan para pembicara pelatihan media cetak dan televisi untuk mensukseskan acara tersebut. Para jurnalis pelajar MAN memang sudah dikenal di Bogor, Bahkan, mereka menjadi motor terbentuknya jurnalis community di Kota Bogor pada tahun 2010 lalu.
Khusus untuk peserta pelatihan jurnalistik, tidak hanya siswa dari MAN 1 saja yang ikut. Tapi juga dari sekolah lain di lingkungan Departemen Agama juga diikutsertakan. Untuk materi jurnalistik media tevelisi disampaikan oleh Suwardi Rosadi dari Trans 7 dan Iwan Kurniawan dari Indosiar. Sedangkan untuk materi Jurnalistik Media Cetak disampaikan oleh M Affandi, Pelaksana Tugas Pimred Sundaurang dan Asri Supatmiati, Redpel Radar Bogor yang juga penulis buku.
Setelah acara dibreak untuk istirahat dan sholat dhuhur. Acara makin riuh dengan tampilnya berbagai band. Bahkan, untuk saba sakola di MAN 1 ini selain menampilkan band-band tamu biasa sperti D caretifive band, superboy, breeland dan Litium juga ada band dari Bandung yakni The Gampangan yang sengaja mampir memeriahkan roadshow sebelum mereka tampil di Ancol. (affandi)
Selasa, 15 Februari 2011
Sabtu, 25 Desember 2010
Ada Tumpeng dan Balon saat Roadshow Jurnalistik di SMAN 8
Ada yang spesial saat road show jurnalistik di SMA Negeri 8 Kota Bogor pada Rabu 22 Desember 2010 lalu. Pihak sekolah yang dipilih menjadi lokasi road show menyediakan tumpeng besar. Maklum, saat itu bertepatan dengan ulang tahun SMA N 8 yang ke 18 tahun. Selain itu, juga sebagai tanda berakhirnya rangkaian acara Saba Sakolah Sundaurang di tahun 2010 ini.
Menurut Kepala SMAN 8, Budi Rohman, kehadiran tim Saba Sakola merupakan kado termanis di ulang tahun sekolah tersebut.Setelah memotong tumpeng, Budi Rohman juga melepas balon ke udara sebagai tanda dimulainya rangkaian acara di hari itu. Ratusan siswa siswi bergiliran menampilan kebolehannya. Mulai dari Paskibra, Marawis, PMR, Kateda, Teater hingga pameran lukisan dan bazar makanan.
Untuk sesi pelatihan jurnalistik media televisi, pembicaranya adalah Usep Sarifudin dari AN TV dan Dedi Jumhana dari Trans TV. Sedangkan untuk materi Jurnalistik Media Cetak disampaikan Muh Affandi Kartodihardjo, Pelaksa Tugas (PLT) pimpinan Redaksi Tabloid Sundaurang.
Tim roadshow juga membawa band-band indie berbabakat sepert D Caretie Five, Breeland, Litium band. Mereka tampil bergantian dengan band sekolah seperti Troublesome, The Kadal Ijo, Rege regean, Sky Life, First nad Last, dan Demon Seduction band.
Atraksi sepeda dari Komunitas BMX cukup memukau, begitu juga dengan audisi cover untuk tabloid Sundaurang. Pihak Yamaha GP Sentul menyediakan motor untuk test ride sekaligus untuk kepentingan pemotretan. Acara yang tidak kalah serunya adalah saat anak-anak teater SMAN 8 beraksi. Acara yang dimulai pagi hari tersebut makin siang makin meriah, bahkan cukup heboh menjelang sore, ketika dancer beraksi. (affandi)
Menurut Kepala SMAN 8, Budi Rohman, kehadiran tim Saba Sakola merupakan kado termanis di ulang tahun sekolah tersebut.Setelah memotong tumpeng, Budi Rohman juga melepas balon ke udara sebagai tanda dimulainya rangkaian acara di hari itu. Ratusan siswa siswi bergiliran menampilan kebolehannya. Mulai dari Paskibra, Marawis, PMR, Kateda, Teater hingga pameran lukisan dan bazar makanan.
Untuk sesi pelatihan jurnalistik media televisi, pembicaranya adalah Usep Sarifudin dari AN TV dan Dedi Jumhana dari Trans TV. Sedangkan untuk materi Jurnalistik Media Cetak disampaikan Muh Affandi Kartodihardjo, Pelaksa Tugas (PLT) pimpinan Redaksi Tabloid Sundaurang.
Tim roadshow juga membawa band-band indie berbabakat sepert D Caretie Five, Breeland, Litium band. Mereka tampil bergantian dengan band sekolah seperti Troublesome, The Kadal Ijo, Rege regean, Sky Life, First nad Last, dan Demon Seduction band.
Atraksi sepeda dari Komunitas BMX cukup memukau, begitu juga dengan audisi cover untuk tabloid Sundaurang. Pihak Yamaha GP Sentul menyediakan motor untuk test ride sekaligus untuk kepentingan pemotretan. Acara yang tidak kalah serunya adalah saat anak-anak teater SMAN 8 beraksi. Acara yang dimulai pagi hari tersebut makin siang makin meriah, bahkan cukup heboh menjelang sore, ketika dancer beraksi. (affandi)
Jumat, 17 Desember 2010
Hujan Pagi-Siang Bikin Road Show Jurnalistik makin Unik
Usai mengikuti ujian akhir semester (UAS), ratusan siswa SMK Tri Dharma (TD) 2 dan 4 Kota Bogor mendapat kunjungan dari tim road show Saba Sakola pada Kamis 16 Desember 2010 lalu.
Sambutan luar biasa terasa benar, meski pagi hari Kota Bogor diguyur hujan, tidak mengurangi minat mereka untuk mengikuti berbagai acara menarik yang telah disiapkan. Mereka tetap tampil meski gerimis mengucur. Beberapa kali acara terhenti saat hujan deras, namun ketika mulai reda dilanjutkan kembali. Bahkan, makin siang, makin semarak.
Karena tim roadshow berkolaborasi dengan dua sekolah sekaligus, maka konsentrasi acara dipecah di tiga lokasi. Satu di lapangan olahraga bagian luar untuk penampilan ekstrakurikuler (ekskul) dan bazar makanan. Sedangkan di halaman dalam, digunakan untuk mementaskan kesenian dari sekolah, band sekolah maupun band tamu. Sementara untuk pelatihan jurnalistik mengambil tempat di aula sekolah.
Kepala SMK Tri Dharma 4, Asis Taviyudin, menilai, road show yang digagas oleh tabloid Sunda Urang ini bagus untuk memberikan penyegaran kepada siswa. Apalagi bagi siswa kelas 12, sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional (UN) pada April mendatang. “Kebetulan mereka habis ulangan akhir semester, jadi ada penyegaran," katanya.
Performance masing-masing ekskul ditampilkan di acara ini. Selain itu, para guru tidak ingin ketinggalan memeriahkan Saba Sakola. Mereka pun ingin mempertontonkan keahliannya dalam bermain musik.
Sementara itu, untuk acara pelatihan jurnalistik media televisinya diisi oleh Usep sarifuddin dari AN TV dan Iwan Kurniawan dari Indosiar, sementara untuk jurnalistik media cetaknya disampaikan oleh Asri Supatmiati, Redaktur Pelaksana Radar Bogor dan Muh Affandi, Pelaksana Tugas Pimred Tabloid Sundaurang.
Sambutan luar biasa terasa benar, meski pagi hari Kota Bogor diguyur hujan, tidak mengurangi minat mereka untuk mengikuti berbagai acara menarik yang telah disiapkan. Mereka tetap tampil meski gerimis mengucur. Beberapa kali acara terhenti saat hujan deras, namun ketika mulai reda dilanjutkan kembali. Bahkan, makin siang, makin semarak.
Karena tim roadshow berkolaborasi dengan dua sekolah sekaligus, maka konsentrasi acara dipecah di tiga lokasi. Satu di lapangan olahraga bagian luar untuk penampilan ekstrakurikuler (ekskul) dan bazar makanan. Sedangkan di halaman dalam, digunakan untuk mementaskan kesenian dari sekolah, band sekolah maupun band tamu. Sementara untuk pelatihan jurnalistik mengambil tempat di aula sekolah.
Kepala SMK Tri Dharma 4, Asis Taviyudin, menilai, road show yang digagas oleh tabloid Sunda Urang ini bagus untuk memberikan penyegaran kepada siswa. Apalagi bagi siswa kelas 12, sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional (UN) pada April mendatang. “Kebetulan mereka habis ulangan akhir semester, jadi ada penyegaran," katanya.
Performance masing-masing ekskul ditampilkan di acara ini. Selain itu, para guru tidak ingin ketinggalan memeriahkan Saba Sakola. Mereka pun ingin mempertontonkan keahliannya dalam bermain musik.
Sementara itu, untuk acara pelatihan jurnalistik media televisinya diisi oleh Usep sarifuddin dari AN TV dan Iwan Kurniawan dari Indosiar, sementara untuk jurnalistik media cetaknya disampaikan oleh Asri Supatmiati, Redaktur Pelaksana Radar Bogor dan Muh Affandi, Pelaksana Tugas Pimred Tabloid Sundaurang.
Selasa, 07 Desember 2010
Ada Broadcast, Ada Pula Angkat Besi saat Pelatihan Jurnalistik di SMA Negeri 4 Bogor
Meski materi jurnalistik media cetak dan televisi yang disampaikan di tiap sekolah mirip-mirip, namun tetap saja ada suasana baru di tiap lokasi pelatihan. Apalagi saat tim Saba Sakola Sundaurang mengunjungi SMA Negeri 4 Kota Bogor.
Di sekolah yang dikenal dengan sekolahnya para atlet tersebut disajikan berbagai atraksi yang memukau, mulai dari tae kwondo, dance, band sampai angkat besi.Jadi, senantiasa terlihat menarik. Maklum siswa di sekolah ini banyak yang menjuarai kejuaraan di bidang olahraga seperti renang, tae kwondo, karate untuk berbagai kejuaraan baik di tingkat Bogor maupun propinsi dan nasional.
Siswa dan siswi di sekolah tersebut diberi kebebasan untuk menggali kemampuannya sesuai dengan bakat dan minatnya. Akhirnya, banyak ekskul bermunculan, termasuk ekskul yang dianggap tidak biasa seperti angkat besi, dansa dam broadcast.
“Berbagai kegiatan sengaja diberikan pada anak yang sekolah di sini. Pembimbingnya bisa dari intern guru yang ada di sini, juga dari luar dan alumni, kata Maman Suherman, kepala sekolah SMA Negeri 4.
Atraksi dari komunitas sepeda BMX tetap memukau meski dilakukaan saat gerimis turun. Beberapa personil BMX terliat kepleset saat atraksi. Namun, tetap saja keren. Sedangkan skateboard tidak bisa tampil karena lapangan yang ada di sekolah tersebut terbuat dari paving block.
Untuk sesi pelatihan jurnalistik, yang menjadi narasumber adalah Eko Hadi dari TV One dan Apeng Wijaya dari Megaswara Televisi. Sedangkan materi tentang jurnalistik media cetak diisi oleh Muh Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas Pimred Tabloid Sundaurang bersama dengan Asri Supatmiati, redaktur pelaksana Harian Radar Bogor yang juga penulis beberapa buku.
Pihak sponsor yakni Yamaha Putera Motor juga menyediakan motor untuk test ride. Beberapa game juga digelar, termasuk dari LPK Nusantara yang juga masuk dalam pendukung tim roadshow
Di sekolah yang dikenal dengan sekolahnya para atlet tersebut disajikan berbagai atraksi yang memukau, mulai dari tae kwondo, dance, band sampai angkat besi.Jadi, senantiasa terlihat menarik. Maklum siswa di sekolah ini banyak yang menjuarai kejuaraan di bidang olahraga seperti renang, tae kwondo, karate untuk berbagai kejuaraan baik di tingkat Bogor maupun propinsi dan nasional.
Siswa dan siswi di sekolah tersebut diberi kebebasan untuk menggali kemampuannya sesuai dengan bakat dan minatnya. Akhirnya, banyak ekskul bermunculan, termasuk ekskul yang dianggap tidak biasa seperti angkat besi, dansa dam broadcast.
“Berbagai kegiatan sengaja diberikan pada anak yang sekolah di sini. Pembimbingnya bisa dari intern guru yang ada di sini, juga dari luar dan alumni, kata Maman Suherman, kepala sekolah SMA Negeri 4.
Atraksi dari komunitas sepeda BMX tetap memukau meski dilakukaan saat gerimis turun. Beberapa personil BMX terliat kepleset saat atraksi. Namun, tetap saja keren. Sedangkan skateboard tidak bisa tampil karena lapangan yang ada di sekolah tersebut terbuat dari paving block.
Untuk sesi pelatihan jurnalistik, yang menjadi narasumber adalah Eko Hadi dari TV One dan Apeng Wijaya dari Megaswara Televisi. Sedangkan materi tentang jurnalistik media cetak diisi oleh Muh Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas Pimred Tabloid Sundaurang bersama dengan Asri Supatmiati, redaktur pelaksana Harian Radar Bogor yang juga penulis beberapa buku.
Pihak sponsor yakni Yamaha Putera Motor juga menyediakan motor untuk test ride. Beberapa game juga digelar, termasuk dari LPK Nusantara yang juga masuk dalam pendukung tim roadshow
Minggu, 28 November 2010
Atraksi Sepeda BMX dan Skateboard Meriahkan Pelatihan Jurnalistik di SMA Plus YPHB
Pelaksanaan roadshow jurnalistik Media Cetak dan Televisi makin hari makin meriah. Setidaknya itulah yang terlihat saat tim roadshow yang didukung oleh Yamaha dan Dinas Pendidikan Kota Bogor itu mengadakan acara di SMA Plus Yayasan Persaudaraan Haji (YPHB) Kota Bogor.
SMA Plus YPHB tersebut merupakan lokasi ke-enam yang disinggahi tim roadshow. Materi jurnalistik yang disampaikan sebenarnya mirip dengan yang disampaikan di beberapa tempat sebelumnya. Namun, kali ini, terlihat beda karena dilakukan di hadapan ratusan siswi berkerudung dan siswa yang hampir semuanya memakai baju koko. Maklum, pelaksanaan Saba Sakola di tempat ini dilaksanakan di hari Jumat (26 November 2010).
Pembicara dari media cetak masih sama yakni Asri Supatmiati (Redaktur Pelaksana Radar Bogor ) bersama dengan M Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas (Plt) Pemimpin Redaksi Tabloid Sundaurang. Sedangkan narasumber dari Media Televisi disampaikan oleh Heru Yustanto dari MNC dan Dedi dari Trans-TV.
Kemasan acara makin menarik karena dipadu dengan berbagai unjuk kemampuan. Atraksi dari komunitas sepeda BMX dan skateboard dari IPB Skateboard Corner masih merebut perhatian. Apalagi saat atraksi sepeda BMX yang melewati rintangan hidup berupa orang yang rebahan di lantai. Tepuk tangan dari ratusan siswi berkerudung itu terus-terusan terdengar.
Tidak kalah menariknya saat digelar tari jaipong dan band bawaan dari tim roadshow. Mereka tampil bergantian dengan performance masing-masing ekskul yang ada di sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Persaudaraan Haji Bogor tersebut, seperti paskibra, futsal, paduan suara, band, tari baik tradisioanl maupun modern
dance, degung atau karawitan, bola voli, angklung, photografi, basket, teater.
Acara dibreak ketika waktu sholat Jumat. Semua siswa, guru, dan anggota tim road show sholat Jumat bareng di Masjid sekolah yang ada di lantai 2 kompleks sekolah tersebut. Setelah istirahan sebentar, acara dimulai lagi hingga usai pukul 14.30.
SMA Plus YPHB tersebut merupakan lokasi ke-enam yang disinggahi tim roadshow. Materi jurnalistik yang disampaikan sebenarnya mirip dengan yang disampaikan di beberapa tempat sebelumnya. Namun, kali ini, terlihat beda karena dilakukan di hadapan ratusan siswi berkerudung dan siswa yang hampir semuanya memakai baju koko. Maklum, pelaksanaan Saba Sakola di tempat ini dilaksanakan di hari Jumat (26 November 2010).
Pembicara dari media cetak masih sama yakni Asri Supatmiati (Redaktur Pelaksana Radar Bogor ) bersama dengan M Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas (Plt) Pemimpin Redaksi Tabloid Sundaurang. Sedangkan narasumber dari Media Televisi disampaikan oleh Heru Yustanto dari MNC dan Dedi dari Trans-TV.
Kemasan acara makin menarik karena dipadu dengan berbagai unjuk kemampuan. Atraksi dari komunitas sepeda BMX dan skateboard dari IPB Skateboard Corner masih merebut perhatian. Apalagi saat atraksi sepeda BMX yang melewati rintangan hidup berupa orang yang rebahan di lantai. Tepuk tangan dari ratusan siswi berkerudung itu terus-terusan terdengar.
Tidak kalah menariknya saat digelar tari jaipong dan band bawaan dari tim roadshow. Mereka tampil bergantian dengan performance masing-masing ekskul yang ada di sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Persaudaraan Haji Bogor tersebut, seperti paskibra, futsal, paduan suara, band, tari baik tradisioanl maupun modern
dance, degung atau karawitan, bola voli, angklung, photografi, basket, teater.
Acara dibreak ketika waktu sholat Jumat. Semua siswa, guru, dan anggota tim road show sholat Jumat bareng di Masjid sekolah yang ada di lantai 2 kompleks sekolah tersebut. Setelah istirahan sebentar, acara dimulai lagi hingga usai pukul 14.30.
Sabtu, 20 November 2010
Pelatihan Jurnalistik ‘Adumanis’ dengan Rampak Kendang
Lain sekolah lain pula keunggulannya. Itulah yang dirasakan tim Roadshow Jurnalistik Media Cetak dan Televisi saat menyelenggarakan acara di SMA Rimba Madya Kota Bogor. Di sekolah dengan jumlah murid lebih dari 900 siswa tersebut pelatihan jurnalistiknya dipadumaniskan dengan atraksi Rampak Kendang , Jaipong dan Kaulinan Tradisional Sunda.
Kaulinan ‘kemasan’ SMA Rimba Madya ini memang cukup dikenal, karena di tahun 2010 ini telah terbukti menjadi kaulinan terbaik se-Jawa Barat. Perpaduan berbagai permainan tradisional seperti egrang, congklak dan beberapa jenis permainan tradisional yang dikemas mirip opera tersebut pernah menjadi juara pertama di tingkat propinsi Jawa Barat.
Sementara dari sisi pelatihan jurnalistiknya juga ada warna lain, jika sebelumnya hanya membahas media cetak dan televisi. Tapi, waktu pelaksanaan pelatihan pada Sabtu 20 November 2010 itu ditambah dengan materi soal jurnalistik radio dengan menghadirkan Benny Akbar dari Radio Elshinta.
Untuk materi jurnalistik televisinya disampaikan oleh Endang Gunawan dari Global TV yang juga ketua FWHB. Sedangkan untuk jurnalistik cetaknya, Asri Supatmiati (Redaktur Pelaksana Radar Bogor) dan M Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas Pimred Tabloid Sundaurang masih menjadi narasumber.
“Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kemauan dan mau mengasah kemampuannya. Jika sering berlatih, maka keterampilan dalam menulis pasti makin baik ,” kata Asri, yang juga dikenal sebagai penulis beberapa buku seperti ‘The World of Me’, ‘Cewek Buka Bukaan’ , dan ‘Indonesia dalam Dekapan Syahwat’ tersebut .
Tim roadshow juga bertambah dengan ikut sertanya Kartika Five Band, Antiponi Band, dan Komunitas BMX serta dari Sanggar Seni Getar Pakuan. Berbagai atraksi dari anggota tim yang baru tersebut tampil bergantian dengan anggota tim lain yang sudah ada sebelumnya seperti atraksi dari Skateboard IPB Corner, dan penampilan berbagai ekskul dari sekolah tersebut.
Bahkan, semua yang bergabung di acara tersebut dikejutkan dengan meluncurnya beberapa siswa dari atas genting. Meski meluncurnya para pelajar tersebut masih memakai tali, namun atraksi dari club pecinta alam asal SMA Rimba itu benar-benar membuat acara makin meriah.
Seperti biasa, pihak Yamaha yang dalam even di SMA Rimba Madya ini diwakili oleh Yamaha Muas Motor sebagai sponsor acara ini juga menggelar safety ridding dan test ride. Bahkan mereka juga didaulat untuk menadi juri pada audisi cover untuk tabloid Sundaurang. (affandi)
Kaulinan ‘kemasan’ SMA Rimba Madya ini memang cukup dikenal, karena di tahun 2010 ini telah terbukti menjadi kaulinan terbaik se-Jawa Barat. Perpaduan berbagai permainan tradisional seperti egrang, congklak dan beberapa jenis permainan tradisional yang dikemas mirip opera tersebut pernah menjadi juara pertama di tingkat propinsi Jawa Barat.
Sementara dari sisi pelatihan jurnalistiknya juga ada warna lain, jika sebelumnya hanya membahas media cetak dan televisi. Tapi, waktu pelaksanaan pelatihan pada Sabtu 20 November 2010 itu ditambah dengan materi soal jurnalistik radio dengan menghadirkan Benny Akbar dari Radio Elshinta.
Untuk materi jurnalistik televisinya disampaikan oleh Endang Gunawan dari Global TV yang juga ketua FWHB. Sedangkan untuk jurnalistik cetaknya, Asri Supatmiati (Redaktur Pelaksana Radar Bogor) dan M Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas Pimred Tabloid Sundaurang masih menjadi narasumber.
“Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kemauan dan mau mengasah kemampuannya. Jika sering berlatih, maka keterampilan dalam menulis pasti makin baik ,” kata Asri, yang juga dikenal sebagai penulis beberapa buku seperti ‘The World of Me’, ‘Cewek Buka Bukaan’ , dan ‘Indonesia dalam Dekapan Syahwat’ tersebut .
Tim roadshow juga bertambah dengan ikut sertanya Kartika Five Band, Antiponi Band, dan Komunitas BMX serta dari Sanggar Seni Getar Pakuan. Berbagai atraksi dari anggota tim yang baru tersebut tampil bergantian dengan anggota tim lain yang sudah ada sebelumnya seperti atraksi dari Skateboard IPB Corner, dan penampilan berbagai ekskul dari sekolah tersebut.
Bahkan, semua yang bergabung di acara tersebut dikejutkan dengan meluncurnya beberapa siswa dari atas genting. Meski meluncurnya para pelajar tersebut masih memakai tali, namun atraksi dari club pecinta alam asal SMA Rimba itu benar-benar membuat acara makin meriah.
Seperti biasa, pihak Yamaha yang dalam even di SMA Rimba Madya ini diwakili oleh Yamaha Muas Motor sebagai sponsor acara ini juga menggelar safety ridding dan test ride. Bahkan mereka juga didaulat untuk menadi juri pada audisi cover untuk tabloid Sundaurang. (affandi)
Sabtu, 13 November 2010
Marching Band dan Modeling Warnai Pelatihan Jurnalistik di Taruna Andhiga
Talkshow jurnalistik media cetak dan televisi dipadu dengan marching band dan modeling, itulah yang terjadi di SMA-SMK Taruna Andigha Kota Bogor Sabtu 13 November 2010 lalu. Tidak itu saja, ekskul-ekskul lainnya juga ditampilkan di sekolah dengan murid sekitar 3000 siswa tersebut.
SMA-SMK-SMP Taruna Andhiga merupakan titik ke-4 pelaksanan roadshow jurnalistik yang diadakan oleh Tabloid Sundaurang (Grup Radar Bogor). Selain menampilkan band sekolah, atraksi skateboard, unjuk kebolehan ekskul kateda, teater, di sekolah dalam naungan Yayasan Ibnu Hajar tersebut juga menampilkan kontes modeling serta marching band.
Formasi-formasi yang ditampilkan grup marching band tersebut begitu memukau, penuh semangat, apalagi langsung disambung dengan atraksi dari grup paskibra, dance, jaipong dan band tamu.
Konsentrasi peserta pelatihan jurnalistik sedikit terpecah. Beberapa siswa terlihat mengintip dari jendela, namun, gaya penyampaian materi jurnalistik televisi yang disampaikan Usep Saripudin dari ANTV mampu mengembalikan konsentrasi peserta untuk terus mengikuti pelatihan.
Apalagi, saat Suwardi Rosadi dari Trans 7 mempraktekkan cara pengambilan gambar dan mengajari cara wawancara di depan kamera televisi. Semua peserta terlena, karena semua materi yang disajikan dan cara praktek dilakukan mirip dengan apa yang dilakukan oleh kameramen televisi profesional.
”Orang cantik belum tentu terlihat cantik saat di kamera, begitu juga sebaliknya, orang yang kelihatannya biasa-biasa saja bisa saja terlihat cantik saat dishoot kamera,” jelas Rosadi yang kini jadi pembina FWHB ini.
Di kelas jurnalistik TV tersebut, Rosadi memberi waktu 5 menit kepada siswa pelatihan untuk bebas bertindak apa saja. Mereka dirangsang untuk mengaktifkan otak kanan dengan cara membebaskan siswa untuk bertindak apa saja selama lima menit.
Namun, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Para peserta tersebut masih malu-malu untuk berbuat bebas. ”Inilah budaya orang timur. Diberi kebebasan untuk berbuat apa saja untuk melatih otak kanan. Tapi, masih malu-malu,”kata Rosadi.
Sementara, dari sisi jurnalistik media cetak, Asri Supatmiati, redaktur pelaksana Radar Bogor yang juga penulis buku memberikan gambaran kerja seorang jurnalist media cetak. Menurut Ami, nama panggilan dari penulis buku ’The World of Me, Cewek Buka Bukaan , dan Indonesia dalam Dekapan Syahwat’ tersebut untuk berlatih menulis tidak harus menunggu jadi wartawan.
”Saat ini di Radar Bogor ada rubrik yang namanya Gerbang Sekolah yang isinya sekitar kegiatan sekolah, dan ditulis langsung oleh anak sekolah. Rubrik ini bisa dimanfaatkan untuk belajar bikin berita,” katanya.
Sedangkan pembicara dari media cetak lainnya, yakni M Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas Pemimpin Redaksi Tabloid Sundaurang lebih banyak menjelaskan bagaimana media cetak diproduksi. Rangkaian kegiatan mulai dari pencarian berita atau naskah,editing, layout, montage sampai masuk ke mesin cetak hingga jadi produk berbentuk koran atau tabloid dijelaskannya.
Selain itu, dia juga menularkan ’virus’ menulis kepada siswa yang ikut pelatihan tersebut. ”Ikatlah ilmu dengan jalan menuliskannya, dan apa yang kita tulis saat ini, bisa dibaca oleh generasi yang akan datang. Sebab, tulisan itu bisa menembus ruang dan waktu,” katanya.(fan)
SMA-SMK-SMP Taruna Andhiga merupakan titik ke-4 pelaksanan roadshow jurnalistik yang diadakan oleh Tabloid Sundaurang (Grup Radar Bogor). Selain menampilkan band sekolah, atraksi skateboard, unjuk kebolehan ekskul kateda, teater, di sekolah dalam naungan Yayasan Ibnu Hajar tersebut juga menampilkan kontes modeling serta marching band.
Formasi-formasi yang ditampilkan grup marching band tersebut begitu memukau, penuh semangat, apalagi langsung disambung dengan atraksi dari grup paskibra, dance, jaipong dan band tamu.
Konsentrasi peserta pelatihan jurnalistik sedikit terpecah. Beberapa siswa terlihat mengintip dari jendela, namun, gaya penyampaian materi jurnalistik televisi yang disampaikan Usep Saripudin dari ANTV mampu mengembalikan konsentrasi peserta untuk terus mengikuti pelatihan.
Apalagi, saat Suwardi Rosadi dari Trans 7 mempraktekkan cara pengambilan gambar dan mengajari cara wawancara di depan kamera televisi. Semua peserta terlena, karena semua materi yang disajikan dan cara praktek dilakukan mirip dengan apa yang dilakukan oleh kameramen televisi profesional.
”Orang cantik belum tentu terlihat cantik saat di kamera, begitu juga sebaliknya, orang yang kelihatannya biasa-biasa saja bisa saja terlihat cantik saat dishoot kamera,” jelas Rosadi yang kini jadi pembina FWHB ini.
Di kelas jurnalistik TV tersebut, Rosadi memberi waktu 5 menit kepada siswa pelatihan untuk bebas bertindak apa saja. Mereka dirangsang untuk mengaktifkan otak kanan dengan cara membebaskan siswa untuk bertindak apa saja selama lima menit.
Namun, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Para peserta tersebut masih malu-malu untuk berbuat bebas. ”Inilah budaya orang timur. Diberi kebebasan untuk berbuat apa saja untuk melatih otak kanan. Tapi, masih malu-malu,”kata Rosadi.
Sementara, dari sisi jurnalistik media cetak, Asri Supatmiati, redaktur pelaksana Radar Bogor yang juga penulis buku memberikan gambaran kerja seorang jurnalist media cetak. Menurut Ami, nama panggilan dari penulis buku ’The World of Me, Cewek Buka Bukaan , dan Indonesia dalam Dekapan Syahwat’ tersebut untuk berlatih menulis tidak harus menunggu jadi wartawan.
”Saat ini di Radar Bogor ada rubrik yang namanya Gerbang Sekolah yang isinya sekitar kegiatan sekolah, dan ditulis langsung oleh anak sekolah. Rubrik ini bisa dimanfaatkan untuk belajar bikin berita,” katanya.
Sedangkan pembicara dari media cetak lainnya, yakni M Affandi Kartodihardjo, pelaksana tugas Pemimpin Redaksi Tabloid Sundaurang lebih banyak menjelaskan bagaimana media cetak diproduksi. Rangkaian kegiatan mulai dari pencarian berita atau naskah,editing, layout, montage sampai masuk ke mesin cetak hingga jadi produk berbentuk koran atau tabloid dijelaskannya.
Selain itu, dia juga menularkan ’virus’ menulis kepada siswa yang ikut pelatihan tersebut. ”Ikatlah ilmu dengan jalan menuliskannya, dan apa yang kita tulis saat ini, bisa dibaca oleh generasi yang akan datang. Sebab, tulisan itu bisa menembus ruang dan waktu,” katanya.(fan)
Langgan:
Entri (Atom)

